I . R . I

Silver bird atau Bajaj, Town House atau Kontrakan, Tuna Sandwich atau Toge Goreng, seneng… susah… Life Goes On — Benny & Mice

Dari A sampai Z semua bikin heran. Si A yang dulu kecil, imut, dan culun*, kini sudah punya BMW sendiri sementara saya baru bisa beli sekuter. Si Z yang dulu polos dan lugu sekarang sudah punya rumah di kawasan cukup mewah sementara saya masih nge-kos. Ada pula yang sudah punya bisnis yang melayani klien multinasional sementara saya masih celingak-celinguk cari kios di pasar Cipulir. Yang lain lagi malah sudah jadi insinyur antar bangsa yang sudah melanglangbuana ke berbagai belahan bumi sementara saya …(hmm sepertinya yang ini off-the-record saja, saya malu).

Irikah saya? Mungkin. Yang jelas saya sudah merasa tertinggal banyak dari teman-teman yang dulu memulai perjuangan dari titik nol yang sama. Akankah rasa iri ini berlangsung terus-menerus? Mudah-mudahan jawabannya adalah "Ya" selama dalam arti positif yaitu bukan saya terus menerus tertinggal jauh namun saya pun ingin selalu bersaing sejajar dengan rekan-rekan yang lain.

Meskipun bisa dibilang saat ini prestasi hidup saya sangat biasa-biasa saja namun saya sangat menikmati hidup ini bersama secangkir kopi dalam cangkir blirik** dan ide-ide gila. Semoga nikmat ini tidak segera berlalu dan tidak membuat saya terlena untuk terlalu menikmati hidup dan lupa berprestasi.

Saya berterima kasih kepada teman-teman yang sangat sukses yang membuat saya selalu iri dan kemudian ingin berprestasi juga. Sungguh benar kata orang bahwa saya sebenarnya adalah manusia dengan kemampuan yang sangat pas-pasan namun selalu mendapatkan lingkungan dan kompetisi yang baik untuk mengembangkan diri. Semoga saya tidak selamanya hanya jadi produk dari lingkungan namun suatu saat lingkungan itulah produk saya.
Salam Sukses.

* Saya sendiri kurang paham apa sebenarnya arti kata culun
** Cangkir sederhana dari kaleng yang di cat belang-belang yang saya beli di dekat rumah Arlen Lempuyangan.

7 Responses to “I . R . I”

  1. debora Says:

    tenang ton….temenmu si D juga masi celingak celinguk ni…heheehehehhehehe…
    terus berjuang mumpung masi muda –> menurut nasehat anda beberapa waktu lalu…
    chayoooooooo

  2. Dewi Says:

    Sama ton… kalo ketemu temen2 kuliah or denger cerita2 mereka… aku juga suka ngerasa kayak kamu gitu…

    Sampai mikir, apa suasana sekarang, khususnya di kantor, yang begitu nyaman, membuat aku lupa untuk mencari tantangan baru untuk berprestasi???

    Hehehe…

  3. Steve Says:

    Hidup yang baik itu kalau hidup lahir bathin tercukupi menurut versi saya.. kalau sudah tercukupi, tak perlu melihat apa yang orang capai.. This is me, this is my life..!

    Kalau masih ada pikiran.. loh si A udah begini, saya gak bisa gini.. si B udah punya ini, saya belum punya.. That means you put your standard based on others’. In my opinion it’s bad..

    Remember “This is me! This is my life!” - and you will feel as free as a bird..

  4. Zua Says:

    Pak Anton…
    sedelo maneh malah banyak teman yang iri padamu…

    nyante wae dab…

  5. Uhyeah Says:

    KESEMPATAN LANGKA !!!
    Booksigning (alias tandatangin buku)

    Sering baca “Kartun Benny & Mice” di KOMPAS setiap minggu ?

    Atau sudah punya buku “Kartun benny & Mice: jakarta Luar Dalem” ?

    Penasaran seperti apa sebenarnya tampang Benny & Mice ?

    PENGEN DAPET TANDA TANGAN BENNY & MICE ?

    Ketemu aja langsung dengan Benny & Mice di Indonesia Book Fair (IBF)
    2007, di JCC, Stand Toko Gunung Agung (No.103-105). Hari Kamis, 15
    November 2007, jam 5 sore sampai jam 7 malam.

    Kalau sudah punya buku-buku mereka langsung aja dibawa pas acara atau
    beli di situ (kalau belum punya). Dateng yaaaa !

    Terimakasih
    Nalar

  6. Yohanes Katak Says:

    Sepertinya saya punya suatu sudut pikir baru untuk anda pak Anton:

    Pernahkan anda berpikir bahwa “Hidup itu adalah waktu dan kehidupan adalah bagaimana kita mengisi waktu itu”.

    Masing masing pribadi memiliki cara yg unik dalam memilih kehidupannya. dalam versi kecil misalnya, ada yg memilih jadi insinyur antar bangsa, ada yg jadi pekerja abdi negara, ada yg memilih jadi usahawan, ada yg memilih jadi seniman,dll. Contoh kecil lainnya, ada yg memilih menikah muda, memilih menikah saat sudah usia >30 thn, ada yg memilih lajang selamanya, dll.

    Anda patut berbangga dgn kehidupan anda pak Anton. mungkin hanya anda belum menyadarinya. kesuksesan tdk dpt diukur dengan uang kan ?!

    Semoga sukses pak Anton. Semoga sukses di Afrika Selatan.

  7. Kurnia Says:

    Saya juga banyak pikiran seperti itu Ton, apalagi setelah kamu ke Afrika……(semakin tertinggal dan jauh tertinggal-hiks)

Leave a Reply