Karena Hidup Ini Bukan Sebuah Latihan untuk Kehidupan Berikutnya
Thursday, August 9th, 2007Sudah banyak saya lihat firma dagang yang runtuh. Dan seringkali, bila saya selidiki sebab-sebabnya, maka saya mendapat kesan bahwa sebabnya ialah karena kebanyakannya diberi arah yang salah semenjak kecil. MAX HAVELAAR-multatuli.
Kejadian-kejadian acak memang selalu melingkupi kehidupan kita selama di bumi ini meskipun para ahli filosofi mengklaim bahwa setiap hal yang bersifat acak sebanarnya adalah sebuah runtun berpola yang sangat panjang dan rumit. Seperti halnya struktur tubuh kita yang terdiri dari bagian-bagian penyusun yang sangat banyak yang sebenarnya hanya berasal dari dua sel yang bersatu kemudian membelah mengikuti pola deret tertentu hingga menjadi individu yang kompleks. Semua perkara sulit jika disederhanakan menjadi satuan-satuan kecil pada dasarnya hanya terdiri atas logika-logika sederhana. Sayangnya saya tidak memiliki daya analisis yang cukup tajam terhadap setiap perkara yang saya temui dalam hidup ini.
Dan jadilah begini, semua hal acak yang terjadi di sekitar sulit untuk dimengerti tapi terjadi. Seolah-olah kita tidak punya kuasa apapun untuk mengubahnya. Apa yang kita bangun dan harapkan tiba-tiba harus menjadi tidak berpengharapan dan sulit lagi untuk dibangun. Tapi kembali bangun adalah pilihan yang tidak bisa tidak.
Membangun bisnis sendiri sepertinya cita-cita sejak lama yang wajib untuk diwujudkan, tapi bagaimana memulainya dan dasar apa yang akan saya gunakan, supaya kelak bisnis itu tidak salah arah dan buyar dengan sia-sia, belumlah saya mengerti. Membangun rumah tangga juga sepertinya menjadi pilihan yang wajib dilakoni, tapi landasan untuk menuju ke arah situ sepertinya belum saya miliki dengan pasti. Saya khawatir kalau membuat kekeliruan akan hal ini maka bukan saya namun juga istri dan anak-anak saya kelak turut menanggung akibatnya. Kata orang, kreativitas itu harus didasari sikap untuk berani mengambil resiko, namun bagaimanapun hidup ini hanya sekali. Dan hidup harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian karena hidup ini bukan sebuah latihan untuk kehidupan berikutnya.