Mistakes Faster
Sunday, May 27th, 2007A computer lets you make more mistakes faster than any other human invention in history,
with the possible exception of handgun and tequila–Mitch Ratcliffe.
Serba cepat! Itulah tuntutan yang selalu menghantui setiap tindakan sadar kita. Demi menjadi semakin cepat dan efisien, mendasari hampir setiap tindakan kita. Banyak yang meyakini bahwa siapa pun yang tidak bisa lebih cepat dan lebih efisien akan lebih cepat punah di dunia yang makin kejam ini.
Komputer dan teknologi informasi sebagai produk utama yang dihasilkan dari alat yang semula bertujuan untuk sekadar menghitung itu telah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat yang ingin semua serba cepat. Selain seba cepat semua hal juga dibikin serba terpusat sekaligus serba terhubung satu sama lain.
Dengan cepat pos, wesel,dan telegram tergeser oleh e-mail, e-banking, dan instant messaging. Banyak hal bisa dicari secara cepat lewat google atau wikipedia yang mana lebih praktis ketimbang harus pergi ke perpustakaan daerah yang belum tentu lengkap dan bisa menjawab pertanyaan. Komunitas-komunitas bisa melakukan rapat anggota setiap saat melaui forum di mailing list. Persahabatan bahkan perjodohan dengan mudahnya ditolong oleh keberadaan Friendster sehingga kawan lama saat SD pun bisa kita lacak perkembangannya dan bagi yang belum berjodoh pun tak perlu repot dan malu pergi ke biro jodoh atau pasang iklan di koran. Blog membantu siapa saja menuangkan dan menyebarkan ide berupa gambar atau tulisan dimana pada masa lalu hal ini sulit sekali dilakukan karena perlu menembus sistem penerbitan agar ide kita bisa didengar orang.
Masih segudang lagi manfaat TI (teknologi informasi) baik untuk pribadi maupun perusahaan. Mulai dari sekadar pengarsipan sampai kemudahan akses data untuk berbagai keperluan, perusahaan modern sangat bergantung pada sistem TI. Bank Mandiri sebagai the best e-corporation versi majalah swa telah menghabiskan US$ 2,432 juta untuk membangun sistem TI nya. Namun apakah memang manfaat TI benar-benar mujarab? Apakah TI benar-benar membawa banayak kemudahaan? Apakah dibalik semua kemudahan itu ada kesulitan besar?
Semua yang serba cepat, serba terpusat, sekaligus serba terhubung ini saya yakin mengandung sejumlah bahaya laten. Masih ingat kekhawatiran Y2K yang mana banyak sistem diduga akan kacau saat angka tahun berubah dari 99 ke 2000? Memang tidak ada dampak besar yang terjadi karena beberapa kesalahan yang mungkin muncul bisa diantisipasi sebelumnya. Namun demikian kemungkinan sistem yang serba terkomputerisasi dan terpusat itu menjadi kacau dan bejalan tidak semestinya bisa terjadi setiap saat. Sebagaimana halnya buatan manusia lainnya tentu banyak pula manusia yang lain yang bisa membuat fungsinya berjalan salah. Bukan tidak mungkin Chernobyl baru akan terjadi akibat kesalahan kecil seorang pengguna komputer. Bagai pisau bermata dua, komputer memebrikan solusi cepat sekaligus mempercepat pula terjadinya sejumlah kesalahan.
Sebenarnya saya cuma berbagi kekhawatiran dengan anda karena cukup kesal dengan banyaknya kesalahan yang saya bikin lewat perangkat bernama komputer. Saya pikir tadinya hanya karena saya bodoh namun ternyata rekan saya yang cukup cerdas dan teliti pun tak terhindarkan dari masalah dengan komputer. Memang sih tidak sampai memunculkan gejolak sosial politik seperti kerusuhan Mei 1998 tapi cukup mengancam reputasi saya dan celakanya juga berdampak ke orang-orang di sekitar saya. Yang jelas, yang pasti, dan yang benar adalah saya harus belajar dan lagi-lagi belajar terutama belajar yang namanya komputer dan TI. Yuk belajar bareng yuk!