Archive for October, 2006

Web yang Paling Favorit (2)

Thursday, October 26th, 2006

ini dia kelanjutannya. Yang kali ini agak dewasa soalnya ada wedding-wedding segala.

[13:45] aryowidiatmoko: kaskus

[13:46] oktiawati: meebo.com

[13:46] be_good_doc: wedding property

[13:45] p124m_00: sayur oi

[13:46] mukhlis_s00: survey ??

[13:46] liztia_82: emang knp ton? bagiku saat ini yg paling menarik utk dikunjungi www.weddingku.com. hehehe

[13:45] simpanzhe: situs purbakala
[13:45] simpanzhe: Haha Auto Message: Go to https://imhaha.com to group-chat/conference with your friends from different IM systems.

Bangsa yang Pemaaf

Wednesday, October 25th, 2006

Kadang kita harus melihat dari luar -Penulis

Menindaklanjuti polling saya kemarin soal situs favorit, saya mencoba-coba bermain dengan google, salah satu situs yang difavoritkan secara lebih lanjut. Ada satu hal yang menurut saya agak mengejutkan ketika saya define nama Suharto. Kata DICTATOR termuat di situ. Diktator setahu saya adalah orang-orang semacam Hitler, Musolini, atau Mao Zhe Dong. Mungkin karena cuma orang-orang asing (terutama tokoh negara Komunis, Fasis, dan Sifilis) yang biasa disebut "diktator" di buku-buku pelajaran sejarah maupun media penerbitan yang beredar di Indonesia. Aneh bagi saya membaca kata diktator menempel pada definisi Suharto sang Jenderal yang murah senyum, bapak pembangungan, dan tentunya bapaknya Tommy.

Kita mungkin memang sedikit-banyak tahu bagaimana buruknya pemerintahan Suharto dengan berbagai dosa politiknya. Namun karena kita bangsa pemaaf, maka segala kesalahan yang pernah dilakukan selama beliau memerintah cenderung kita maafkan. Bahkan banyak diantara generasi yang diatas saya yang berpendapat bahwa hidup di jaman pak Harto lebih baik dari jaman reformasi yang serba tak menentu ini.

Kalau saya sendiri sih percaya kalau beliau itu salah, namun karena saya juga bagian dari bangsa yang pemaaf maka saya juga bermaksud memafkan juga segala kesalahannya tanpa sedikitpun berusaha melupakan kesalahan tersebut. Jangan sampai deh kita ada diktator lagi memerintah negeri ini. Biarpun semenjak reformasi segalanya serba tidak menentu, percayalah bahwa inilah yang terbaik untuk masa depan bangsa yang pemaaf ini. Selamat Idul Fitri.

 
Web    Gambar    Grup    Direktori   
  Pencarian Khusus
  Acuan
Telusuri:
Web

Frasa semacam ini:   general suharto   mohamed suharto   thojib nj suharto   thojib n.j. suharto

Definisi untuk suharto tak ditemukan dalam bahasa Indonesia

Penjelasan dari suharto di Web dalam bahasa Inggris:

  • former Presidetn (dictator) of Indonesia, Took over in 1965, forced from power in May 1998
    www.etan.org/timor/terms.htm
  • Indonesian statesman who seized power from Sukarno in 1967 (born in 1921)
    wordnet.princeton.edu/perl/webwn
  • General Soeharto (commonly known as Suharto in the English-speaking world) (born June 8, 1921) was an Indonesian leader and military strongman. He was the second President of Indonesia, from 1967 to 1998.
    en.wikipedia.org/wiki/Suharto

Web Yang paling Favorit

Saturday, October 21st, 2006

Saya memang perlu diberitakan-Helmy Yahya

Saya melakukan suvey kecil-kecilan melalui instant messenger untuk menanyakan situs favorit teman-teman saya. Hasilnya memang tidak terlalu mengejutkan namun dari situ setidaknya kita mendapatkan gambaran kasar mengenai kepopuleran situs.  Kebanyakan sih situs-situs yang sudah populer seperti Google atau Friendster, ada juga yang memfavoritkan situs mereka sendiri, ada pula yang menggemari situs dewasa, dan ada pula yang bingung. Teman-teman yang mencari kerja tentu saja banyak menggemari situs-situs lowongan pekerjaan. Ada juga yang memplesetkan dengan menjawab situs wisata. Buat kalian yang jawab seputar situs yang bukan internet komentar saya cuma satu "pliss deh bok". Berikut ini hasil chattingan saya:

[19:24] dewi261183: have no idea

[19:25] lovedokaya: www.google.co.id
[19:25] lovedokaya: dari situ lu bisa cari situs lain

[19:24] cut_tiny: mbuh

[19:27] j_lope: situs di internet atau situs wisata?
[19:27] j_lope: klo gw friendster..

[19:29] a_riyono: google.com

[19:33] haditoshinakata: kaskus.us

[19:40] hrevolvere: friendster bos

[19:50] nanda_freakz: waduh aku bukan pengunjung situs..
[19:50] nanda_freakz: nggak hobi buka2 situs kecuali UN jobs

[19:47] grapes_purple82: mm.. situs apa yah
[19:47] grapes_purple82: kalo tempat wisata
[19:47] grapes_purple82: dah bnyk blm yha

[19:53] fauziek: google.com

[21:34] sridewa.rm: curang.com

[23:27] ko_zsurya: situs lowongan pekerjaan hehehe….

[11:16] imam_budidharma: biasane yo mung buka detik.com

[11:16] arisetyorini81: apa ya…? paling seputar low-ker, scholarship… ga ad yg unik…

[11:16] wayan_kg_internisti: situsssssss………………..ORANG DEWASA

[11:16] yofyptmn: cari kho ping hoo komplit disini

[13:17] r_aestetika: situs ini nih: https://sharenet-ims.siemens.com/livelink/livelink?func=ll&objId=341816227&objAction=Browse&viewType=1

[13:27] riok0: situs borobudur cah

KEMITRAAN

Tuesday, October 10th, 2006

Within you, Without you - Sgt.Pepper’s Lonely Heart Club Band

Kesuksesan bersama seorang mitra sejati agaknya bisa memberi hasil yang lebih maksimal dibandingkan kesuksesan yang coba diraih sendiri. Jika kita mencoba meraih semuaya sendiri, maka kita memang membawa gagasan murni pribadi tanpa dicampuri oleh siapa pun. Namun demikian, kita juga maju bersama segala kekurangan yang kita miliki dan tak ada seorang pun yang menutup lubang kekurangan tersebut. Tidak ada pula mekanisme kontrol atau setidaknya sebuah peringatan dini di saat kita memulai sesuatu yang salah.

Adalah John Lennon dan Paul McCartney yang menjadi motor utama The betles yang selalu bersama dalam menciptakan lagu-lagu hits dan mengantarkan kelompok musik tersebut menjadi yang terbesar di abad ke-20. Di masa kini kita bisa juga melihat Sergey Brin dan Larry Page, dua orang mahasiswa Stanford, yang dengan suksesnya mendirikan Google dan membawanya menjadi mesin pencari paling terkemuka dan mampu menghasilkan banyak dollar setiap detiknya. Di Jogja saya mengenal Ogi dan Ayik dua orang penggila komputer yang bermitra cukup kental dalam mendirikan Jogja Camp dan tampaknya usaha mereka mulai menunjukkan hasil yang patut dibanggakan.

Kemitraan dalam mewujudkan sebuah gagasan, terutama jika gagasan tersebut besar dan mulia, sepertinya merupakan prasyarat mutlak. Sulit rasanya berjuang sendirian di tengah persaingan dunia yang semakin ganas ini. Tidak cukup satu kepala untuk memikirkan pengembangan ide dimana setiap saat semakin menuntut kerumitan yang makin tinggi, kesahihan yang makin terpercaya, kecepatan dan mutu, serta pemunculan gagasan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kita perlu melakukan semua itu dalam sebuah kelompok atau setidaknya bersama seorang tandem yang saling melengkapi.

Dulu sewaktu SMP saya pernah bercita-cita memiliki perusahaan sendiri dan sukses bersama perusahaan itu. Bersama dengan teman saya Agung Karuna (alm.)kami membuat perusahaan monyet bernama AUSTIN(karena cinta di usia itu juga disebut cinta monyet) yang merupakan kependekan dari Asal Untung Saya Tidak Ingin Nolak. Kami merekrut tiga orang gila lagi yaitu Andre, Uji, dan Dimas untuk bergabung dan mereka sangat antusias pula. Bidang usaha kami waktu itu adalah apa saja (dalam arti sesungguhnya) mulai dari pengadaan kaos, desain, sablon, membuat ayam goreng, dan menjual komponen elektronik. Namun hasilnya memang hanya merugi dan merugi sampai dituduh teman-teman menilep (menggelapkan uang pembayaran). Dan setelah kelas 3 SMP, kami semua kelelahan berwirausaha dan kegiatan kami akhirnya hanya seperti remaja-remaja lain yang sedang puber yaitu menggoda cewek-cewek adik kelas kami. Konyol memang, tapi pandangan untuk bermitra seperti yang pernah kami lakukan tentunya patut dicatat.

Sewaktu SMA saya ikut berbagai kegiatan namun sebagian besar waktu saya dihabiskan di teater. Di sanalah saya bertemu Kurnia seorang teman sekolah yang juga  seorang aktor yang pernah diakui oleh dinas pendidikan kota Jogja sebagai aktor terbaik hingga dimuat di harian Kedaulatan Rakyat(sementara dia sendiri selalu marah kalau disebut aktor terbaik). Sampai ke bangku kuliah pertemuan saya dengan Kurnia selalu membawa saya ke dunia seni peran. Hingga suatu ketika dia bersama Cito dan Doni mendirikan Gubug Produksi Film bernama Cerya (karena kami merasa miskin untuk disebut rumah produksi) saya pun diajak untuk bergabung di dalamnya. Banyak ide yang ingin kami wujudkan bersama Gubug Produksi Cerya, namun karena pada akhirnya saya memilih bekerja "beneran" maka praktis saya telah pasif dari pembesaran wujud Gubug Produksi Cerya.

Kemitraan sejati memang bukan hal mudah untuk diwujudkan. Hal ini hampir mirip-mirip dengan pernikahan. Hanya saja dalam pernikahan ada dorongan biologis dan sosial yang teramat kuat sehingga kalau boleh saya katakan menikah itu lebih mudah daripada bermitra-usaha karena dalam kemitraan hanya konsistensi untuk mewujudkan sebuah gagasan sajalah modalnya. Ikatan emosional yang ada di dalam kemitraan kadang tidak terlalu kuat dan sering muncul pilihan-pilihan lain yang lebih menggiurkan yang kadang membuat kita mudah melepaskan komitmen dalam kemitraan.

Namun dari kegagalan-kegagalan saya dalam bermitra tersebut, saya tidak sedikit pun merasa surut untuk membentuk kemitraan baru atau mewujudkan ulang kemitraan lama yang pernah saya buat. Alih-alih kebingungan sendiri  dengan kondisi saya sekarang yang serba mengambang, lebih baik mengumpulkan gagasan-gagasan baru dan mewujudkan semua itu dalam bentuk kemitraan.