Archive for July, 2006

Buat Apa

Friday, July 28th, 2006

4.22 pagi…masih berada di kantor. Gila kah diriku? ….TIDAK! Aku cuma bertanya-tanya apa makna dibalik semua ini selain semata-mata, bisnis, target, uang, persaingan.

tampaknya aku harus mencari cara untuk lebih memanusiakan diriku dan lingkungan sekitarku.

Menjadikan diriku manusia dengan segala mimpi yang wajar…

Mungkin aku perlu menata ulang dan memikirkan kembali kehidupanku selama ini dan kemanakah selanjutnya aku akan melangkah pergi.

Ramah Tamah Jamah Jarah

Monday, July 24th, 2006

Orang Indonesia Berubah

Saat duduk-duduk di sebuah loby lantai tujuh plaza Kuningan menara selatan, saya disindir oleh rekan saya Frans Parlaungan karena tidak menyapa seorang trainer asal portugal yang sedang duduk sendirian. Katanya, " Bang, kita ini bangsa Indonesia yang terkenal ramah tamah. Masa’ ada orang asing dibiarkan duduk bengong sendirian".

Bangsa Indonesia dulu memang dikenal sebagai bangsa yang ramah, tepo sliro, dan cinta damai. Stereotip tersebut tecermin dalam kehidupan sehari-hari orang-orang Indonesia masa lampau.

Benarkah sampai saat ini bangsa Indonesia masih ramah tamah? Sekarang orang-orang Indonesia mudah sekali berprasangka, menilai sesuatu secara sepintas (heuristic) tanpa memprosesnya secara terinci dalam alam pikiran. Sekarang terjadi perubahan yang signifikan pada masyarakat Indonesia dari yang ramah menjadi pemarah. Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dikenal sangat mudah berprasangka terhadap apa pun, di berbagai sektor kehidupan, seperti antara suami istri, orang tua dengan anak, antara elite politik dan tokoh agama, antara pekerja dan majikannya, dan juga etnik satu dengan lainnya.

Rumit memang, seolah-olah sekarang ramah-tamah sudah diganti jamah dan jarah. Tapi kita perlu suatu solusi agar jatidiri bangsa bisa kembali. Atau jangan-jangan menurut anda memang ramah tamah sudah tidak penting lagi? ("Nggak Worthed", kata Oming)

Siapa Butuh Superhero

Monday, July 24th, 2006

Who need superhero?

Bencana lagi….bencana lagi. Dimana-mana ada bencana. Orang-orang kehilangan rumah, anggota keluarga, pekerjaan, bahkan ada yang sampai kehilangan harapan hidup dan akhirnya memilih mengakhiri hidup.

Pas musim bencana seperti ini sempat saya berpikir: Kalau Superman itu warga Jogja atau Pangandaran dia bisa apa ya buat menyelamatkan teman-teman dan sanak saudaranya? Saya pikir tidak banyak yang bisa dilakukan ketika ribuan bangunan runtuh dalam sekejap, ketika gelombang pasang naik di garis pantai sepanjang ratusan kilometer, ketika banyak orang harus mati.

Hanya orang-orang biasalah yang bisa menolong sesama orang biasa. Orang-orang biasa dengan solidaritas tinggi dan stok humor yang cukup yang bisa meringankan beban mereka. Pemerintah-pun tampaknya tidak banyak menolong selain ikut-ikutan menghimbau sana-sini tanpa tindakan nyata.

Cuma teman-teman kita yang bisa menolong kita. Bukan superhero. Bukan sang Primadona. Bukan manusia adikuasa.

Kemuadian saya bertanya pada diri saya sendiri. "Sudahkah saya menjadi teman yang baik dan memiliki rasa solidaritas tinggi?". Sepertinya sampai saat ini saya masih bermimpi menjadi superhero. Mari sama-sama kita berusaha membuang keinginan  menjadi superhero. Kita manusia biasa yang akan lebih berguna dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

Semuanya Ahli Cinta

Monday, July 10th, 2006

Love is all around you - Wet Wet Wet

Coba anda hitung ada berapa lagu di seluruh media siar yang tidak bertemakan cinta? Berapa jumlah film yang sama sekali tidak yang tidak mengandung unsur cinta.

Begitu derasnya cinta menghujani manusia baik secara manipulatif maupun secara tulus ikhlas lewat perjumpaan kita dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi adakah manusia yang tidak ahli dalam urusan cinta? Saya rasa tidak. Lantas mengapa mesti dibahas dalam forum-forum resmi dan didebatkan secara ilmiah maupun agama?

Cinta milik siapa saja dan seharusnya boleh dinikmati siapa saja. Tidak ada yang salah dengan cinta karena kita semua adalah ahli yang bisa menetukan dalil kita sendiri.

Kesempatan….Juga Tantangan

Thursday, July 6th, 2006

Anton ambil mata kuliah paling banyak plus praktek kerja berarti sebentar lagi skrpsi dong semoga dapat A semua-WAFA HUDZAIFAH

Amin. Hanya itu yang bisa saya ucapkan ketika ada seseorang mendorong saya (atau jangan-jangan nyindir nih pak?).

Bulan ini memang bulan penuh training. Jadi mohon maaf wahai para pengemar saya di dunia perchatingan kalau saya jarang muncul. Dulu, ketika sebelum masuk perusahaan telekomunikasi tempat saya mencari sesuap nasi ini, seorang yang lebih dulu masuk bercerita kepada saya kalau perusahaan yang akan saya masuki sangat berbaik hati kepada karyawannya terutama soal pengembangan diri melalui serangkaian training. Dan ternyata benar saudara-saudara.

Ada perasaan senang karena saya diberi kesempatan untuk berkembang, tapi juga ada tantangan dibalik itu semua yaitu dapatkah saya benar-benar mengembangkan diri sesudah serangkaian training yang saya jalani. Maklumlah, disamping adanya keinginan kuat untuk berkembang, ada juga keinginan kuat untuk bergabung kedalam KLOMPENCAPIR alias kelompok pemuda capek mikir. Lelah rasanya berpikir, tapi demi rasa tanggung jawab, saya harus melalui ini semua dengan sukses dan membuahkan hasil yang maksimal.

Jadi rekan saya semua di seluruh penjuru nusantara dan juga di manca negara, Anton mohon doa restu supaya bisa lancar melakoni hari-hari penuh mikir ini.